Dan teringat Felly. Atau ia sekarang punya kepandaian mencopet?Tahu-tahu aku didudukkan di bangku kiri. Vidio Bokep Kepalaku sudah berat. Mungkin a quicky morning akan melupakan Felly. Entah bagaimana ceritanya, kami ‘jadian’ lagi. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. 2 tahun yang lalu aku pikir aku sudah terbebas darinya. “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. Dengan janji kami jalan bareng lagi. Memang ini hari sialku.Apa tidak ada yang bisa bikin aku lebih sial lagi? Benar-benar butuh refresment hari itu. Dan sekarang kejadian lagi.




















