Kutatap matanya. “Ahhh..,” erangku. Bokep Korea Kupejamkan mataku dan mendesah saat jemarinya menemukan batang kemaluanku yang menegang. Ia menatapku. Jelas sudah ia mengetahui kalau aku memang masih perjaka. Alisnya berkerut, bibirnya setengah terbuka, seolah hendak mengatakan sesuatu. Aku mengambil tempat satu sekat kursi dari tempat ia duduk. Fantasi tentang hari yang begitu luar biasa, saat aku kehilangan keperjakaanku di tangannya. Aku tak tahan lagi. Cepat-cepat kualihkan pandanganku. Waktu membawa keheningan. Jemarinya bergerak lagi. “Berdiri,” ia berbisik di telingaku. Kupejamkan mataku dan mendesah saat jemarinya menemukan batang kemaluanku yang menegang. “Maaf,” kataku, “aku tak bermaksud…”
“Kamu masih perjaka,” bisiknya memotong sambil tersenyum. Yang kurasakan selanjutnya adalah birahi yang memuncak. Tak ada satupun yang membuka pembicaraan.




















