“Gimana mau?” tanyaku kepada gadis itu. Vidio Porno Burungku pun lebih lancar menjelajah. “Ya nggak usah dibuka” ujarku, “Aku elus-elus aja ya bagian atasnya pakai punyaku”, bujukku. Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis. Tampak tempat tidurnya basah oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah. Ia mencegah ketika aku akan membuka CD-nya yang merupakan pakaian satu-satunya yang tersisa. Seperti telah direncanakan, kubelokkan mobil ke arah pom bensin di Sentul. Sedangkan aku belum apa-apa. Ia terlalu manis untuk bekerja diterik matahari seperti ini walaupun menggunakan topi. Kuteruskan permainan burungku dengan lebih leluasa. Dalam setiap antrian mobil yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Setelah diberi tahu alamat hotel kami, beberapa saat kemudian ia muncul dengan penampilan yang cukup rapi.




















