Kami memanggilnya Duren. Bokep Family jangan Ren, jangan ke sana,” saya mempertahankan bajuku sambil menggelinjang geli. Duren tak pernah punya kekasih selulus SMA, kadang- kadang untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, ia berhubungan dengan perempuan bayaran di Saritem. Di kamarku. ia adalah kekasihku sendiri. entahlah, saya tak pernah double check. cowok-cowok bila sedang terbawa hobby memang begitu, hobby menjadi nomor satu, well.. ia orang yang “lain”, tampan & simpatik, kuakui saya pernah menyukainya. saya mau pulang ke Indonesia! Pernah satu kali saya mengenakan blouse v-neck yang menunjukkan sedikit bukit atas dadaku, ia sampai menelan ludah berkali-kali. Di kamarnya. Kaos putih polos yang pas di tubuhku (tidak ketat & tak juga kedodoran) seakan menunjuk ke mana exactly puting susuku terletak.Biar saja, saya memang bukan anak kecil lagi, pasti dengan begitu mereka takkan menolak saya main.




















