Hana menyandarkan wajahnya ke dadaku…
Saya menyambut dengan tenang. Bokeb Hana ini masih perawan rupanya. Segera kutindih tubuhnya, lalu dengan perlahan kuciumi ia dari kening, ke bawah, ke bawah, & terus ke bawah. Tanpa kata, tetapi sampai juga rupanya. Kulihat ada air mata meleleh di sudut matanya. Hana kuliah di salah satu universitas terkemuka di kotanya. Saya pernah beberapa kali melakukan hal yang sama dulu, tetapi rasa yang ditimbulkan jauh berbeda. Sebab itu ia cepat mendekapku. Jadi kuminta ia telentang di tempat tidur, saya naik ke atas tubuhnya, tetap dalam posisi terbalik. Saya tak ingin buru-buru, saya ingin menikmati detik demi detik yang indah ini secara perlahan. Saya tak tega, saya kasihan! Dengan berbaring menyamping berhadapan, kulepaskan celana dalamnya.




















