“Sungguh… Rei jujur kok bilang kamu cantik”, Saya makin cuek aja ngomongnya.Lalu Saya tangan kiriku merangkul bahu gadis itu, dan dengan spontan Nidya pun meletakkan kepalanya di dada Saya…. Saya rada kuatir juga… tahu-tahu Saya jadi Pedophil yaa ? Vidio Bokep nggak berapa lama doi keluar dari kamar mandi dengan wajah segar, sehingga menambah kecantikan wajahnya. Kamar Nidya nggak begitu besar juga, namun rapih sekali dan penuh dengan boneka yang disusun rapih.Nidya lalu menyuruh Saya agar menunggu sebentar, dia mau ganti pakaian dulu… keringatan katanya. Dari temen-temen Saya mulai dipinjemin bangsanya Playboy, Penthouse, Hustler dll. Saya lalu berkata, “Mengapa Nid ?”. Mulai dari film Unrated-nya Andrew Steven, Zalman King sampai produksinya Penthouse, Playboy dan Vivid ada semuanya.Cuman kayaknya gara-gara Saya lihat film “Baby Doll” itu… kayaknya Saya sampai sekarang kurang tertarik dengan wanita-wanita dewasa,




















