“Frank… Sakit! Bokeb Aku menangis di sana hingga tak terasa aku tertidur dan dibangunkan oleh orangtua penjaga makam.“What’s the matter, Honey…?” tiba-tiba pertanyaan Jeanne mengagetkan aku dan menyadarkanku pada situasiku yang sekarang. Yo dengan tertatih-tatih bangun dan menuju ke kamar mandiku. Susah sekali! Aku mendesah pelan, dan tersenyum sendiri. Dia mengetahui perubahan pada diriku. Dia melap liang kemaluannya dengan tissue. Begitu aku mendengar kabar ini dan aku sadar dari rasa terkejutku, aku segera berangkat ke Jakarta dengan motorku dan kularikan motorku dengan kecepatan sangat tinggi. Dia mengerang. Kuelus rambutnya. Aku sendiri pun masih malas beranjak dari tempat tidur, lagipula hari ini adalah hari libur.Kembali pikiranku melayang dan melamun.




















