Sungguh saat itu Jenni kelihatan sangat seksi. Aku peluk dan angkat dia lalu kusenderkan ke dinding dekat meja rias. Bokep Cina Siapa?” Ye, pura pura dia, pikirku. elo emang temen yang baik” katanya sambil mengenakan sweater. Kelentitnya kuhisap seperti menghisap permen karet. Putingnya mulai mengeras dan aku mulai aksi sedot menyedot seperti bayi. Kelentitnya kupilin pilin pelan dan Jenni mendesis seperti ular. Kupindahkan bibirku ke bibirnya.“Tenang sayang, perang baru dimulai..” Kataku berbisik. Ketika tegukan terakhir habis, bibirku perlahan mengulum bibirnya. Sungguh saat itu Jenni kelihatan sangat seksi. Dia dari sebuah perusahaan Periklanan di seputaran Sudirman Jakarta dan aku dari perusahaan konsultan Manajemen di sekitar Casablanca, juga di Jakarta.“Hai Jenni, tadi kulihat kamu ngantuk ya?” kataku ketika rehat kopi sore itu di sebuah training yang kuikuti.




















