Adikku saat itu masih kelas lima SD. Bokep Rusia tanyaku.Ah, biasa. Selain untuk menengokku, ibu juga memberi uang sekedarnya untuk kakek. Kakek sempat murung dan berubah jadi pendiam selamabeberapa bulan. Kegelapan terlihat dimana-mana, hanya lampu-lampu minyak yang menyala,atau kadang juga petromak yang menjadi penerang bagi warga kampung yang letak rumahnyapun tak begitu berdekatan. Mbak Darsih ternyata orangnya baik, diapun secara ekonomi sangat mapan, jauh dibanding kakek, hingga tak jarang akhirnya sering membantu keuangan keluarga kami, khususnya ibuku yang memang tak tentu mendapat kiriman dari ayah. Dia sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. Aku pun kadang meminta pertolongan mbak Darsih, terutama jika aku ingin dikerok. Mungkin karena melihat kakek yang masih kelihatan gagah di usianya yang sudah lanjut, mbak Darsih jadi kesengsem.




















