“Sempurna” katanya dingin. Bokep Rusia “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami. Erik sangatlah baik padaku. Itu namaku. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Tapi, tidak saat ini. Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Aku memilih untuk diam. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu. Sara melirik ke arah Erik yang




















