Anak laki-laki itu mengangguk saja. Dingin kota ini makin terasa. Bokep Indonesia Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Oleh karenanya, aku betah berdiri berlama-lama di sini. Aku sudah terbiasa seperti ini. Gila. Pikiranku mendadak kacau. Dia menjual, bukan mengemis. Aku langsung ingin mengutuk diri. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Aku langsung ingin mengutuk diri. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut.




















