Jalanan tampak lengang. Film Porno “Jangan hentikan aku,” desisku. Kubalikkan tubuhku dengan kesal, lalu melangkah kembali ke sofa. Ia mengerang lagi. Wajahku memanas lagi. Tangan kirinya menekuk ke dalam, sementara tangan kanannya terangkat, persis sikap menghormat bangsawan-bangsawan Eropa. Bagiku ini cukup rapi,” kudengar ia berkata dari belakang. Ia menoleh dan memandangku. “My God,” desahku tanpa sadar. Ia menekan tubuhku hingga merapat ke tubuhnya. “Mau kau tidur di dadaku?” kudengar ia berbisik padaku. Saat ia melepaskan bibirnya dari bibirku, kutatap wajahnya dengan perasaan tak karuan. Setidaknya cukup untuk menghabiskan sore sambil membaca novel.”
Ia bangkit berdiri dan melangkah menghampiri stereo-set di celah rak buku. Sedikit gusar aku melangkah mendekatinya, lalu menarik sebelah pahanya. Kami saling terpaku beberapa saat, sebelum akhirnya ia berkata, lebih mirip desis gusar,
“Kamu hanya mau diam begitu?”
“Sial,” makiku.




















