Bicara apa? Lalu mengangkang.“Aq sudah tak tahan, ayo dong..!” ujarnya merajuk.Saat kusorongkan Penis menuju memeknya, ia melenguh lagi.“Ah.. Bokep India Ia menyentuhnya. Matanya dikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain di belakang angkot. Tdk terlalu ayu. Aq pertegas bahwa aq mengendus kuat-kuat aroma itu. Keras sekali. Paling tdk ada untungnya juga ibu menyuruh bayar arisan.“Mbak Iin..,” gumamku dalam hati.Perlu tdk ya kutegur? Tetapi berlari. Pletak, pletok, sepatunya berbunyi memecah sunyi. Bau tubuh wanita setengah baya yg yg meleleh oleh keringat. Ia tdk melanjutkan kalimatnya.Aq tersenyum. Aq memandang ke arah lain mengindari adu tatap. Ia tersenyum. Jam berapa harus sampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yg penuh gelora itu. Ayo..!Aq masih diam saja.




















