Tolong saya..! Tidak ingin menyia-nyiakan peluang itu, saya segera lari secepat-cepatnya ke arah pintu, tapi bebrapa sekali lagi saya kalah cepat, Pak Burhan telah menghambat di depanku serta segera menghunjamkan pukulannya ke arah perutku.“Arghh..!! Jav Sub Indo Jangann..! “Uhh.. ” jawabku sembari beranjak ke arah pintu.Perasaanku segera lega karna dari barusan saya sangatlah risih dengan pandangan mata Pak Bobby yang seperti akan menelanku bulat bulat. Saya kembali terisak meratapi penderitaanku.Tapi rupanya penderitaanku belum juga selesai. Serta mereka juga berkata kalau saya telah dinanti oleh Pak Bobby di ruangnya di lantai dua, Pak Bobby yaitu pimpinan kantor cabang di kota ini.“Selamat siang..! ” saya menjerit histeris waktu Pak Bobby melepas pegangannya pada ke-2 kakiku.| Dia berdiri sembari melepas bajunya sendiri dengan begitu tergesa-gesa. Ayahku datang dari negeri Belanda, sedang ibuku datang dari Menado, saya bersukur karna




















