saya tersenyum menang. Bokep Mama enggak rela kan?Lima pasang mata lelaki di sekelilingku mulai sering melirikku. Kami tak pernah menggunakan protection. Suara “Maaf” terdengar sayup-sayup. Lumayan meski bukan brand new, saya cukup puas, otomatis lagi.Dengan modal mobilku ini, saya jalan-jalan kesana kemari sendiri, sambil mengenali kembali jalan & daerah yang sudah lupa-lupa ingat. Selama ini saya dekat dengan Duren, kadang-kadang di saat-saat casual saya menempatkan tanganku di pahanya, atau tangannya memegang bahuku.Dia tak pernah kurang ajar, bahkan setelah kami berjudi bersama minggu lalu. ia menghunjami tubuhku dengan barangnya yang besar. Akhirnya di saat saya lelah, ia keluar sebagai pemenang. Kakiku menendang-nendang di udara.




















