tapi bener juga sih teh, hehehe.”Akhirnya obrolan kami sedikit terhenti karena pesanan makanan kami sudah datang di meja. Mas imran saja tak pernah seperti ini padaku. Bokep Korea jealous deh… kan sayang.. ups, maksudnya nanti aku telepon lagi yah, si bos ngajak lunch nih.. Walau tak bisa aku melihatnya namun bisa aku rasakan kalau perut atasku terganjal oleh sesuatu antara aku dan Denny yang semakin lama semakin mengeras.Dadaku semakin naik turun berusaha mengatur nafas karena birahi yang ku alami oleh pendengaranku dan juga sentuhan Denny di tubuhku dari tangannya dan juga bagian tubuh yang mengeras itu.“Sssstt oouhh yeaahh mmhhhpp ssttt…” desahan demi desahan yang keluar dari bibir Ivanadan juga pak Yadi telah menguasai ruangan kecil tersebut.




















