Aku pun tak tahu apa yang telah terjadi, aku juga tidak mau menambah rasa curigaku lebih dalam. Bokep Colmek “Bro, pulang saja dulu, biar aku tunggu di sini…” aku tidak mau merepotkan Mamat yang sudah seperti saudaraku sendiri. Mendekati kamar terakhir aku berharap Rianti dan ibunya ada di sana agar kami dapat melumpuhkannya, sekalian meluapkan dendamku. Perasaan curiga ku pun timbul, sifat ibunya Rianti sepertinya tidak senang denganku, padahal tadi pagi Rianti berkata akan menemaniku nonton. “Tidak akan ku sakiti lagi asal kamu mau menuruti perintahku..” pesanku dengan mendekatkan belati di lehernya. Ibu Rianti sangat tidak menyetujui hubungannya denganku. Rianti hanya tersenyum dan berkata “Lihat nanti bang, takut ada acara mendadak aja…” Dia pun berjalan meninggali kios kami. Mendengar ini tentu saja aku sakit hati, apalagi mendengar Rianti akan dijodohkan dengan orang lain yang










