Kenapa aku dipanggil tuan? Film Porno Sesudah mengemasi semua mereka berpamitan sekali lagi. Aku sendiri kini dalam kegelapan di bawah kehangatan air panas.Terdengar suara motor parkir. Tangannya dingin dan agak gemetar.“Punya mas… panjang ya… nanti kalau sudah dewasa punyaku juga panjang ya mas…”Ngarep banget si Sentot ini. Aku coba membiasakan diri dengan ini. Sejuk lebih tepatnya.“Dua ribu mas parkirnya sekalian…” ujar tukang parkir.Kuulurkan uang dua ribuan.Tempat pemandian itu sangat sederhana, hanya tembok segi empat dengan lubang berbentuk kotak sebagai pintu yang ditutup tirai seadanya. Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang hobinya tidur.“Tot, kamu segede ini pernah coli gak?”Kumulai percakapan ke arah yang tepat.“Apa itu mas?”Kuperkirakan awalnya awal duapuluhan atau mungkin belum sampai dua puluh.




















