Udah yuk, kamu yg bayar ya!””Hah!” aku terkejut, kalau aku jumlahin semua yg dipesan tadi harganya hampir 200 ribu, sedangkan uang jajan sehariku hanya 20 ribu.“Kenapa? Setelah itu cepat-cepat aku pamit pulang. Bokep Asia Bisa dibunuhnya aku.” aku kaget.“Siapa bilang jg aku punya suami?”“Maksud mbak Hesti?”“Ya aku udah pernah nikah, tp sdh cerai.”Makanan yg dipesan pun datang, kami pun melanjutkan percakapan sambil makan.“Nah, kamu sendiri udah punya pacar belum, Jar?” tanya Mbak Hesti.“Belum, mbak, ini jg lagi nyari. Gairahku semakin tinggi dan tak bisa kutahan lagi. Aku pun langsung mengenakan celana seragam abu-abu yg tercecer di lantai.“Sdh mau pulang?” tanya cewek itu.“Iya, tante.”“Nikmat ngga?”“Nikmat banget, tante.” jawabku sambil meringis.“Sini bayar!” cewek itu menadahkan tangannya ke arahku.“Harus bayar ya, tante?” tanyaku bingung.“Ya iya lah. Sekarang kami sdh dikarunia seorang anak.Meski sampai saaat ini aku tdk




















