Aku menyingkap dasternya yang saat itu menutup pantatnya. Bokep Tante MAMA SAMPAIIIII……..”
Aku kaget. Semakin lama nafas Mama semakin cepat dan hembusannya makin terasa di wajahku. Mama membawa siapa?”
“Ini anak saya, Ki.”
Dukun itu mengangguk-angguk dan terdiam berfikir selama beberapa saat. Akhirnya Mama membayar mahar sekitar sepuluh juta rupiah lalu kami pergi dari situ. Usahaku perlahan berhasil. Ada kemungkinan begitu, karena aku ingat bahwa dukun bilang Mama hanya boleh bersenggama denganku, sementara sudah duapuluh hari yang lalu kami berdua melakukan hubungan seksual. Alasan aku pernah membayangkan tubuh Mama adalah kami punya kolam renang dan biasa berenang. Untung saja Pak Mo, supir kami tidak ikut. Pokoknya cici percaya saja. Akhirnya ia berkata lagi,
“Ada keinginan apa, sehingga Mama datang ke sini?”
Mamaku menjawab,
“Begini, Ki.




















