Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di depanku. Bokep JAV Aku pun merasa heran dan sedikit takut. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Aku berteriak. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin.




















