Untung saja lampu di dapur itu bernyala redup. Bibir bawahnya digigit-gigitnya dengan giginya. Sex Bokep Lagian kelakuanku dan adik-adikku juga enggak beda-beda amat sama Mama. Hampir dini hari malah. Entar aku jadi incest lagi. Padahal sebab perceraian kedua orangtuaku itu adalah jelas-jelas karena kesalahan Mama. Jelas-jelas aku cowok straight. enggak usah ya. Batangnya gemuk, segemuk botol coca cola yang sedang dipegangnya. Karena seringnya si Willy di rumah, aku dan adik-adikku jadi akrab dengan dia. Entah kenapa. Ngesexnya gila-gilaan. Entah kenapa. Semua orang sudah tidur kayaknya. Kali ini aku bisa melihatnya lebih jelas. Entahlah. Belum lagi kontolnya. Adikku yang paling kecil, Toni. Tapi tak juga pernah kesampaian. Ngapain luh?” tiba-tiba kudengar suara Mimi menegurku.




















