Tapi aku tersenyum dan menggelengkan kepala. Bokep Mama Bukan hanya jadi sopir, tapi juga sekaligus jadi pengawalnya. Karena Nyonya Wulandan memang tidak segan-segan memberiku uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali Ternyata ijasah yang kubawa dan kampung hanya bisa dipakai untuk jadi pembantu. Entah bagaimana cara mereka mencari uang, hingga bisa kaya raya seperti ini.Tapi memang nasib, rejeki, maut dan jodoh berada di tangan Tuhan. Semula aku memang merasa beruntung bisa menikmnati keindahan dan kehangatan tubuh Nyonya Majikanku. Bahkan jari-jari kukunya yang tajam dan runcing mulai mengkoyak kulit punggungku. Seharian ini aku kembali mencoba untuk mencari pekerjaan. Nyonya Wulandari langsung memeluk dan merebahkan kepalanya di dadaku yang basah berkeringat. Dan tidak sepeserpun uang yang diberikannya itu aku gunakan.




















