Ah… masa bodoh lah, kalau ada kesempatan seperti itu lagi aku tidak akan menyia-nyiakannya. Kontan aja barangku tegang.Kami saling bertatap muka, entah energi apa mengalir ditubuh kami,dengan berani kucium bibirnya, Rosa hanya terdiam dan tidak membalas.“Kok kamu diam?”“Ehmm… malu, Bang”Aku tahu dia belum pernah melakukan hal ini. Bokeb Melihat hal seperti itu, aku yakin dia merespon. Dan… braaak aku jatuh ke ranjang, aku menghimpit Rosa..“Ou…ou…” apa yang terjadi. Rosa mengganti celana anakku, “Kemana mamanya, Sa…?” tanyaku. Lama-kelamaan ia membalas juga, hingga bibir kami saling berpagutan. Di rumah itu kami tinggal 7 orang, ironisnya hanya aku dan anak laki-lakiku yang berumur 1 tahun berjenis kelamin cowok di rumah tersebut, lainnya cewek semua.Jadi… begini nih ceritanya. Rosa terjerit-jerit kesakitan sambil menekan pantatku dengan kedua tumit kakinya, seolah kurang dalam lagi kulesakkan.“Ampuuuun…… ahhhh… trus, Bang”“Baaang… goyangnya




















