Sambil tetap tersenyum dia berkata “Nes, itu tadi berarti aku sayaang sama kamu, apa nggak boleh aku ngasih sun sayang?” rayunya.“Mas gitu sih”,aku tetap merajuk kepadanya, aku menarik lepas tanganku dari genggamannya dan berjalan menuju ke sofa ruang tamu. “Mas jorok ahh…” sahutku malu-malu. Bokeb “Ines nurut aja apa yang mas mau, Ines kan udah punyanya mas”, jawabku pasrah. “Ines, percayalah, apa aku perlu bersumpah sayang, kita memang masih baru beberapa hari kenal sayang tapi percayalah yakinlah sayang kalau Tuhan menghendaki kita pasti selalu bersama sayang”, rayunya lagi. Dia terus mengamati wajahku, aku setengah memejamkan mata tapi sudah tidak merasa sakit.“NEs, nanti dorong pinggul kamu keatas ya”, katanya sambil menarik kembali kontolnya.




















