Ahh..,” aku meremasi rambutku sambil bersandar di
kursi bambu.“Agak pusing ya Mas, itu memang reaksinya kalau pertama minum Mas. Bokep Montok Mana coba saya pijitin lehernya,”
Wati pindah duduk kesampingku sambil memijiti tengkuk leherku, agak enakan rasanya setelah jemari
lentik Wati memijatiku.“Nah, biar lebih cepat sembuh saya juga bantu pijit ya,” Maya pun bangkit dan duduk disampingku,
posisiku jadi berada ditengah keduanya.Tapi, astaga, Maya bukannya memijit leherku malah menjamah celana depanku dan memijiti penisku yang
mendadak tegang dibalik celana.“Ahh Mbaak.., mmfphh.. Saya ambil susu grengnya dua mbak, nanti kalau bagus saya tambah lagi lain kali,”
aku memotong bicara mereka yang semakin ngawur.“Nah gitu dong Mas, biar istri Mas senang kalau suaminya greng,” Wati kembali bercanda.“Duh..




















