Sesaat aku menggelinjang. Langkah-langkah kaki terdengar mendekat.“Tok, sana mandi, dah hampir mahgrib lho.” Suara Bulik terdengar seperti biasanya. Bokep Crot “Cuman berpesan, kalo kamu harus segera cari gawe(kerja), biar ndak ndomblong(melamun) terus ndek rumah.” Jawab Bulik Tin sambil memiringkan kepalanya menghadap ke belakang. Merenungi kejadian hari ini. Aku duduk dengan gelisah di ruang tamu, majalah dan koran dari tadi sudah kubaca semua, bahkan kebanyakan aku tidak berkonsentrasi membacanya. Tidak terlalu besar, tapi kencang dan membulat sempurna, puting-putingnya berdiri menantang.Sesaat aku mengejang. Wajah Bulik Tin menurutku cukup ayu, walaupun gak seperti bintang film yang sering muncul di TV, atau penyanyi dangdut yang sering manggung di lapangan pojok sana. Lampu depan sudah dimatikan, dan kemudian terdengar langkah-langkah terseret Bulik Tin menuju ke kamarnya.




















